Saat Ini Belum Ada Jadwal Resmi Penerimaan CPNS 2016

Cara Mengerjakan Soal Psikotes ( Kraepelin / pauli / tes koran )

Cara Mengerjakan Soal Psikotes ( Kraepelin / pauli / tes koran )

Tips dan Trik Menyelesaikan Soal Psikotes ( Kraepelin / pauli / tes koran ) dalam Seleksi Kerja - Terimakasih anda kembali berkunjung di TesKerja.Com. Dalam kesempatan ini, kami akan berbagi Informasi Penting tentang Panduan / Tutorial / Cara serta Langkah - Langkah yang benar dalam mengerjakan Soal Psikotes, khususnya pada Tes ( Kraepelin / pauli / tes koran ). Perlu anda ketahui, Tes kraepelin atau pauli / tes koran merupakan tes psikotes yang terdiri dari susunan angka dengan bentuk lajur-lajur. Kalau berhubungan dengan ANGKA, pasti pusing nih . . Hehe. . Lalu bagaimana cara mengerjakannya ?

Cara Mengerjakan Soal Psikotes ( Kraepelin / pauli / tes koran )


Langkah dan Cara mengerjakan Tes Kraepelin / Pauli / Tes Koran

Ok langsung saja, Caranya adalah dengan menjumlahkan dua angka yang berdekatan dengan waktu tertentu pada setiap kolom, lalu menuliskan jawabannya tepat di sebelahnya. 

Tujuan Tes Kraepelin / Pauli / Tes Koran

Tujuan Tes Kraepelin / Tes Pauli / Tes Koran adalah untuk menilai dan mengukur sikap terhadap ketelitian, ketahanan ( daya tahan ), tekanan ( pressure ), konsistensi dan kecepatan waktu dalam mengerjakan sebuah pekerjaan.

Sebenarnya, Dalam tes ini anda hanya diminta untuk menyelesaikan hitungan sederhana ( Penjumlahan ). Yaitu menjumlahkan deretan angka-angka. Namun yang menjadi permasalahan adalah jumlah deretan angka dalam soal Tes Kraeplin / Pauli sangat banyak. Yaitu sebesar lembaran koran. Sehingga tes yang sering dikenal dengan istilah "Tes Koran" ini membutuhkan ketelitian, stabilitas emosi, konsentrasi, dan daya tahan yang prima. Karena nanti yang dinilai bukan hanya Hasil Hitungannya saja.

Mengerjakan Tes Kraepelin / Tes Pauli / Tes Koran dengan TELITI, CERMAT dan HATI - HATI

Perlu anda perhatikan, Semakin anda berbuat banyak kesalahan ( dalam menghitung ), menunjukkan anda orang yang tidak teliti, tidak hati-hati, tidak cermat, dan kurang memiliki daya tahan yang cukup terhadap rasa stres atau tekanan suatu pekerjaan. Oleh karena itu, anda harus rajin berlatih mengerjakan soal tes tersebut.

Perbedaan Tes Kraeplin dan Tes Pauli

( Dari sisi Sejarah ) Pauli dan Kraepelin sebenarnya merupakan dua tes ( alat ukur ) yang berbeda. Kraepelin di ciptakan oleh seorang psikiater bernama Emilie Kraepelin untuk mengetahui (awalnya) defisiensi mental seseorang, sedangkan Pauli adalah hasil penyempunaan Kraepelin untuk mendiagnosa kemampuan bekerja oleh psikolog bernama oleh Richard Pauli serta dibantu Wilhelm Arnold dan Van His.

Dalam Tata Cara dan Langkah - langkah mengerjakannya Tes Kraepelin dan Tes Pauli dibedakan sebagai berikut :

Kraepelin, menjumlahkan dari bawah keatas dengan intruksi "pindah" yang artinya berpindah satu kolom ke sebelah kanan dan mulai menghitung dari bawah lagi.

Pauli, menjumlahkan dari atas kebawah dengan intruksi "Garis" yang artinya buatlah sebuah garis dimana anda sedang mengerjakan hitungan lalu kembalilah menghitung seperti biasa dibawah garis tersebut.

Perlu diketahui Pauli adalah tes yang hampir tidak mungkin untuk dimanipulasi, bahkan ada anekdot yang mengatakan "semakin jago pauli, semakin kecil skornya" dan anekdot itu bekerja sempurna untuk saya.

Anda Bisa Mencoba Software / Aplikasi Tes Kraepelin & Pauli di sini

Untuk Tips LENGKAP mengerjakan tes kraepelin/ pauli/ tes koran silahkan klik di sini.

Semoga Artikel Cara Mengerjakan Soal Psikotes ( Kraepelin / pauli / tes koran ) ini bermanfaat bagi anda yang akan mengikuti psikotes kerja maupun anda yang masih belajar untuk mempersiapkan diri.